Prototyping
merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyakdigunakan.
Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat salingberinteraksi
selama proses pembuatan sistem.
![]() |
| 3D Rapid Prototyping |
RAPID
PROTOTYPING
Rapid
prototyping atau layered manufacturing secara singkat merupakan proses
fabrikasi produk dengan layer by layer, dimana material ditambahkan ke layer
berturut-turut sesuai dengan laser trajectory. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan laser trajectory proses rapid prototyping untuk produk berkontur
dan prismatik dengan arah directional parallel. Pengembangan ini menggunakan
parameter layer thickness dan hatch space yang menjadi variabel dari interval
bidang potong pembuatan laser trajecory.
DIMENSI
PROTOTYPE
Dalam hal
ini terdapat beberapa dimensi Prototype yaitu :
penyajian,
lingkup, executability dan maturation.
Langkah
menggunakan Metode Komputer, yaitu :
Menirukan
lebih banyak kemampuan sistem.
– Pada umumnya hanya baru beberapa aspek atau
fitur
– Dapat berpusat pada lebih banyak detail
– Bahaya: Para pemakai jadi lebih segan untuk
menyarankan perubahan sekali ketika
mereka melihat prototype yang lebih realistis.
TERMINOLOGI
PROTOTYPE
Konstruksi
teknis pada Terminologi Prototype yang digunakan sebagai media interaksi
manusia dan komputer.
1.Prototype Horisontal
– Sangat luas, mengerjakan sebagian besar
interface, tetapi tidak mendalam
– Mencakup seluruh antarmuka pengguna namun
tanpa fungsi pokok, berupa simulasi dan belum dapat digunakan untuk melakukan
pekerjaan yang sesungguhnya
– Misal, pengguna dapat mengeksekusi seluruh
navigasi dan perintah pencarian, tapi tanpa memanggil informasi real.
– Mengurangi level fungsionalitas, tetapi
semua fitur ada.
2.Prototype Vertikal
– Lebih sedikit aspek atau fitur dari
interface yang disimulasikan, tetapi dilaksanakan dengan rincian yang sangat
baik
– Mengandung fungsi yang detail tapi hanya
untuk beberapa fitur terpilih, dan tidak pada keseluruhan sistem
– Misalnya dalam sistem informasi penerbangan,
pengguna dapat mengakses suatu basisdata dengan data real dari penyedia
informasi, tetapi tidak untuk keseluruhan data
– Mempunyai performans lebih rendah dibanding
sistem final
– Tidak dalam jaringan
3. Early Prototyping (prototipe cepat)
4. Late Prototyping (prototipe lambat)
5. Low-fidelity Prototyping (prototype dengan
tingkat ketepatan yang rendah).
Low –
fidelity prototype Characteristics :
– Gambaran
cepat dari sistem final
– Mempunyai
fungsi atau interaksi yang terbatas
– Lebih
menggambarkan konsep , perancangan, alternativ, dan layout layar dibanding
model interaksi pengguna dengan sistem.
–
Mendemonstrasikan secara umum ‘feel and look’ dari antarmuka pengguna.
– Tidak
untuk memperlihatkan secara rinci bagaimana operasi sistem aplikasi.
– Digunakan
pada awal siklus perancangan
–
Memperlihatkan konsep pendekatan secara umum tanpa harus membuang banyak
tenaga, biaya dan waktu.
Contoh (1) storyboard:
– Digunakan
di awal desain.
– Biasanya digunakan
dengan skenario, lebih terinci, dan dapat diputar ulang.
– Kumpulan
dari sketsa/frame individual.
– menyajikan
urutan inti cerita.
–
menunjukkan bagaimana kemungkinan user dapat mengalami peningkatan melalui
setiap aktifitas.
Contoh (2)
sketsa:
– Sketsa
sangat penting untuk low-fidelity prototyping.
– Jangan
takut dengan kemampuan menggambar.
– Menyajikan
“tampilan” yang kotor dan cepat dari interface, konsep desain,dll.
Contoh (3) “wizard-of-oz”:
– User
berpikir mereka berinteraksi dengan komputer, tapi developerlebih menanggapi
hasilnya daripada sistemnya.
– Biasanya
dilakukan di awal desain untuk memahami apa yang diharapkan oleh user.
6. Mid-fidelity prototyping (prototype dengan
tingkat ketepatan sedang)
Contoh tools
yang digunakan: powerpoint, illustrator, dll.
7. High-fidelity prototyping (prototype dengan
tingkat ketepatan yang tinggi)
Tools umum yang digunakan:
Macromedia
Director, Visual Basic, Flash, illustrator.
High – fidelity prototype Characteristics :
– Mempunyai
interaksi penuh
– Pengguna
dapat memasukkan data kedalam medan masukan, menanggapi pesan, memilih icon
untuk membuka window,berinteraksi dengan UI
– Mewakili
fungsi-fungsi inti dari antarmuka pengguna produk
– Umumnya
dibuat dengan 4GLs seperti Smalltalk atau bahasa pemrograman berbasis visual
– Dapat
mensimulasikan sebagaian besar fungsi dari sistem akhir
– Trade off
kecepatan dengan ketelian
– Tidak
secepat dan semudah membuat prototipe low-fidelity
– Mewakili
antarmuka pengguna yang akan diimplementasikan dalam produk akhir
– Mempunyai
penampilan yang sangat mirip dengan produk aktual
8. Low VS high-fidelity prototypes
– Fidelity
mengacu pada tingkat kerincian dengan produk akhir
–
Low-fidelity prototype Æ tidak terlalu rinci
– High
fidelity prototype Æ seperti produk akhir
9. Scenario-based prototyping
– Mengurangi
level fungsionalitas dan jumlah fitur
– Sangat
mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
– Hanya
mampu untuk mensimulasikan UI sepanjang pengujian pengguna mengikuti rencana
pengujian sebelumnya.
– Berukuran
kecil, dapat diubah dan ditest berulang-ulang.
– Dapat
dikembangkan menggunakan satu atau beberapa skenario tugas
10. Major Prototype Types
*
Low-Fidelity Prototypes
– Prototipe
dengan menggunakan sketsa (contoh/tiruan) dan kertas.
– Fiktif, dengan
menggunakan komponen antarmuka yang dibuat terlebih dulu pada kertas
* Medium-Fidelity Prototypes
– Membuat
gambar pada komputer Storyboards
– Membangun
antarmuka pengguna dalam mode test
– Membuat
Slides show dan simulasi
* High-Fidelity Prototyping Techniques
– Berupa
prototipe yang berbasis perangkat lunak dengan tool RAD, GUI Builders dan
Editor Script
11. Paper prototyping
* Teknik ini memanfaatkan materi dan peralatan
sederhana (kertas dan pensil) untuk membuat antarmuka sistem pada kertas.
* Model
prototipe ini merupakan salah satu cara yang efektif dan berguna untuk
mengevaluasi dan meng-iterasi perancangan sebelum tim memutuskan untuk
mengimplementasikannya
* Elemen
antarmuka seperti menu, window, dialog dan icon dapat dibuat sketsanya pada
kertas.
metode prototyping meliputi langkah-langkah :
1. Pemilahan fungsi
2.
Penyusunan Sistem Informasi
3. Evaluasi
4.
Penggunaan Selanjutnya
Ada 2 Jenis Prototype :
Jenis I : Suatu Sistem yang akan menjadi
sistem operasional
Jenis II : Suatu model yang dapat dibuang yang
berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional.
Jenis-jenis prototyping meliputi:
1. Feasibility prototyping
2.
Requirement prototyping
3. Desain
Prototyping
4.
Implementation prototyping
Teknik-teknik prototyping meliputi:
1. Perancangan Model
2.
Perancangan Dialog
3. Simulasi
Prototyping Tools
1. Draw/Paint Program, contoh: Photoshop,
Coreldraw
– Menggambar setiap layar, baik untuk dilihat.
– Prototype horisontal, tipis.
– Adobe Photoshop.
2. Scripted Simulations/Slide Show,
contoh:
Powerpoint, Hypercard,Macromedia Director, HTML.
– Letakkan tampilan seperti storyboard dengan
(animasi) perubahan diantaranya.
– Dapat memberikan user catatan yang sangat
spesifik.
– Disebut chauffeured prototyping.
– Macromedia Director.
3. Interface Builders, contoh: Visual Basic,
Delphi, UIMX.
– Tools untuk menampilkan jendela, kendali,
dan lain-lain dari interface.
contoh :
Fitur yang baik
– Mudah dikembangkan dan memodifikasi layar.
– Mendukung jenis interface yang dikembangkan.
– Mendukung berbagai macam divasi
Input/Output.
– Mudah untuk memodifikasi dan menghubungkan
layar.
– Mengijinkan memanggil prosedur eksternal dan
program.
– Mengijinkan mengimpor teks, grafik, media
lain.
– Mudah untuk dipelajari dan digunakan.
– Dukungan yang baik dari vendor.

0 comments:
Post a Comment